Alam di ujung perhembusan napas
Ia dapat berbicara dan bertasbih sebagaimana manusia mengagungkan asmaNya
namun, lihatlah alam ynag kini...menampakkan ketidakramahannya paada dunia,...
pada langkah manusia yang menunjukkan panasnya hawa amarah...
berputar dari dahulu kala yang begitu sejuk, bahagia bernapas bersama napas kita
berhijau ria, bersemilir ceria, sejuk setia
apakah kali ini terus ada?
ataukah hangus oleh masa yang kan menghunus pedang akan kebiadabannya?
alam...dengarkan rintihan manusia
mohon maaf atas segala perlakuan yang tak sempurna ini
namun saatnya bukan untuk membiarkan saja
kita sedang memperbaiki semua
meski tak sesempurna awal mulanya


